by

Momentum pengadilan Panjai menunjukkan keseriusan HAM

-Hukum-0 views

JAKARTA (GATRANEWS) – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Komnas HAM) mengatakan sidang HAM mendatang terkait peristiwa Papua Panyai di Makassar menjadi pendorong bagi negara untuk menunjukkan keseriusan dan komitmen. hak asasi Manusia.

“Apapun persoalan yang bisa kami tanyakan, keberadaan pengadilan HAM ini menjadi motivator,” kata Amiruddin, Eksternal Wakil Presiden Komnas HAM di Jakarta, Rabu.

Amiruddin mengatakan pengadilan hak asasi manusia dalam menanggapi insiden Panjai harus digunakan dengan tepat untuk memeriksa kembali apakah semua prosedur di bawah hukum efektif.

Baca juga: Komnas Perempuan Ikut Investigasi Dugaan Kekerasan Seksual PC

Selain itu, menjadi motivator bagi pihak-pihak yang berkepentingan dengan hukum dan hak asasi manusia. Setidaknya melihat apa yang bisa dilalui dalam proses implementasi UU No. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM selama 15 tahun terakhir.

Jika undang-undang tersebut tidak berjalan maksimal selama 15 tahun terakhir, dan tidak mulai berkembang hingga tahun 2022, itu berarti banyak masalah, katanya.

“Saya pikir ini merupakan tantangan sekaligus peluang bagi orang-orang yang peduli dengan hukum dan hak asasi manusia,” katanya.

Lebih lanjut, menurutnya, Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia seolah-olah diabaikan secara akademis tanpa banyak pembahasan atau pembahasan.

Secara umum, pengesahan UU Pengadilan HAM merupakan komitmen negara untuk tidak memberikan ruang bagi para terduga pelanggar HAM. Semua orang yang diduga terlibat dalam pelanggaran HAM berat, terutama genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan, harus diadili.

Dengan komitmen tersebut, sejak 1999 Komnas HAM mengusut dugaan pelanggaran HAM berat di bawah Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu), yang kemudian menjadi undang-undang yang disahkan oleh Presiden saat itu.

Komnas HAM masih melakukan penegakan hukum dari peristiwa di Timor Timur (Timor Timur) sampai sekarang. Sebanyak 14 kasus dugaan pelanggaran HAM diselidiki Komnas HAM. Tiga di antaranya ditindaklanjuti Kejaksaan Agung, terakhir peristiwa Panjai pada 2014.

Baca juga: Komnas HAM Pastikan Identifikasi Tersangka Tak Halangi Penyidikan
BACA JUGA: Komnas HAM: Penyidik ​​Kejaksaan Agung Paniai Harus Transparan

Wartawan: Mohammad Zulfikar
Editor: Tasrief Tarmizi
Hak Cipta © Antara 2022

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.