by

Timsus menggeledah tiga lokasi yang terkait dengan penembakan Brigadir Jenderal J

-Hukum-0 views

JAKARTA (GATRANEWS) – Satuan Khusus (Timsus) Polri melakukan penggeledahan di tiga lokasi terkait penembakan Brigjen Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigjen J, yakni Gedung Polres Duren Tiga Nomor 58 di Jalan Sagulung dan Jalan Bangka di Jakarta Selatan.

Pol. Dikonfirmasi Selasa malam, Dedi Prasetyo mengatakan ketiga lokasi tersebut merupakan rumah Sheriff Pol Ferdy Sambo, tersangka penembakan Brigjen J.

“Penyidik ​​Timsus melakukan penggeledahan di tiga lokasi. Di Duren Tiga 58, lalu di Saguling dan satu lagi di Jalan Bangka,” kata Dedi.

Baca juga: Polisi Belum Ungkap Motif Penembakan Brigjen J

Jenderal bintang tiga itu mengatakan, proses pencarian di tiga lokasi itu sudah disetujui Ketua PN Jakarta Selatan. Tujuannya untuk mencari barang bukti terkait penembakan Brigjen J di TKP Duren Tiga.

“Bagaimana hasilnya nanti, karena masih dalam proses tebak-tebakan, nanti disampaikan ke teman-teman semua,” kata Dedi.

Pencarian dijaga ketat oleh personel Brembo yang berseragam dan lengkap serta kendaraan taktis, dan penjagaan dipasang di sekitar lokasi kejadian.

Baca juga: Hendardi: Kapolri Lulus Ujian Terberat dengan Tetapkan FS sebagai Tersangka

Menurut Dedi, atas permintaan penyidik ​​Timsus Polri, upaya penggeledahan di tiga lokasi itu dilakukan pengamanan ketat.

“Itu (sebenarnya) atas kebijaksanaan penyidik. Jika penyidik ​​melihat hal seperti ini, penyidik ​​mencari bantuan dalam pencarian untuk mendukung keselamatan,” katanya.

Penggeledahan dilakukan di hadapan Kapolri Jenderal Ball pada Selasa sore. Listyo Sigit Prabowo mengumumkan Inspektur Jenderal Pol. Ferdy Sambo sebagai Brigadir Jenderal J.

Baca juga: Mahfud: Pemerintah berterima kasih kepada publik atas komentarnya terhadap kasus Brigjen J

Ferdy Sambo dan dua asistennya, Bharada E dan Bripka RR ditetapkan sebagai tersangka. Inisial tersangka lainnya adalah KM atau Kuwat. Keempat tersangka didakwa dengan pembunuhan sukarela berdasarkan Pasal 340, Subsidiary Pasal 338, dan Pasal 55 dan 56 KUHP, yang diancam dengan hukuman mati atau penjara seumur hidup atau hingga 20 tahun penjara.

Reporter: Laily Rahmawaty
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
Hak Cipta © Antara 2022

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.