by

Kabareskrim: Penyelidik berjuang untuk membuat Bharada E mengaku bersalah

-Hukum-0 views

Dia (Bharada E) akhirnya mengomunikasikan kejadian itu secara rinci kepada penyelidik

Jakarta (Antara) – Komjen Pol, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polri. Agus Andrianto mengatakan, pernyataan Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E tentang penembakan Brigjen J karena desakan penyidik ​​dalam penyelidikan.

“Bukan karena pengacara yang dia (Bharada E) akui, tapi karena apa yang dilakukan penyidik, apa yang dilakukan tim khusus,” kata Komjen Agus dalam jumpa pers usai mengungkap penembakan Brigjen J di Mapolrestabes Polri. , Selasa malam.

Baca Juga: Ferdy Sambo Disebut Baku Tembak di TKP Duren Tiga

Pernyataan Kabareskrim itu membantah keterangan pengacara Bharada E yang mengaku berhasil membuat Wakil Inspektur Ferdy Sambo membeberkan semua peristiwa yang terjadi di Polres Duren Tiga, Jakarta Selatan.

“Kepada penyidik, dia (Barada E) akhirnya mengomunikasikan detail kejadian itu,” kata jenderal bintang tiga itu.

Sebelumnya, Barada E didampingi pengacara yang ditunjuk oleh pengacara keluarga, Ferdi Sambo, yang akhirnya mengundurkan diri, kata Argus. Kemudian, karena identitas tersangka akan ditetapkan, Bharada E harus didampingi pengacara selama pemeriksaan.

Baca juga: Empat Tersangka Penembakan Brigjen J Diancam Hukuman Mati

“Jadi pada saat ujian, kami harus menyiapkan pengacara untuk Bharada E,” kata Agus.

Menurut Agus, tidak adil jika pengacara baru itu mengomunikasikan kepada publik bahwa dialah yang membuat Bharada E membeberkan semua peristiwa TKP Duren Tiga.

Penyidik ​​berhasil membuat Bharada E mengungkap apa yang sebenarnya terjadi dengan membawa kedua orang tersebut, kata Agus.

Baca juga: Ferdy Sambo Tetapkan Tersangka

“Upayanya bikin heboh, ancamannya (hukuman) cukup berat, jadi jangan diambil sendiri. Jadi dia (Bharada E) membuat pengakuan sadar. Jadi daripada tiba-tiba menunjuk seseorang sebagai pengacara untuk mendampingi terdakwa. ujian, lanjutnya. Tidak adil berbicara di luar seperti itu pekerjaannya,” kata Argus.

Sebelumnya, Bharada E didampingi pengacara Andreas Nihot Silitonga, namun pengacara mengumumkan pengunduran dirinya pada Sabtu (6/8). Belakangan, kuasa hukum Bharada E digantikan oleh Deolipa Yumara dan Muhammad Burhanuddin.

Deolipa Yumara mengeluarkan pernyataan yang mengatakan atasannya memerintahkan Bharada E untuk membunuh Brigadir Jenderal J.

Ada empat tersangka pembunuhan Brigjen J, yakni Bharada E, Bripka RR, dan Irjen Ball. Ferdy Sambo dan tersangka KM. Keempat tersangka dijerat dengan pasal pembunuhan dengan sengaja, Pasal 340 KUHP, Pasal 338 Tambahan Gabungan dengan Pasal 55 dan 56 KUHP, yang diancam dengan pidana penjara paling lama seumur hidup atau pidana mati, atau paling lama 20 tahun. bertahun-tahun.

Reporter: Laily Rahmawaty
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
Hak Cipta © Antara 2022

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.